Aku baru aja menghabiskan satu novel penyembuh reading slump berjudul Enam Mahasiswa Pembohong. Awalnya aku melihat buku ini di Instagram lalu ngide untuk download sample-nya di aplikasi Google Playbook. Setelah baca sekitar 30 halaman, aku merasa nyaman dan berpikir bahwa hubungan ini harus dilanjutkan… maka aku memutuskan untuk membayarnya.

Emm, gimana ya, untuk sebuah novel buku ini memang cukup simple. Kisahnya tentang mahasiswa yang saling ‘menusuk’ untuk mendapatkan pekerjaan. Tapi, inti ceritanya lebih daripada itu. Mungkin dari buku ini kita diajak menyelami realitas dunia pencari kerja yang penuh dusta, sekaligus dusta dari pihak perusahaan yang berusaha merekrut pegawai baru. 


Mungkin dari buku ini kita diajak untuk menyelami manusia sampai ke sisi yang memalukan, tersembunyi, dan terkubur dalam masa lalu. Pada akhirnya, manusia memang selalu seperti itu, memiliki dua sisi kompleksitas yang sulit untuk dipahami. 


Sinopsis Enam Mahasiswa Pembohong


enam mahasiswa pembohong

Novel ini terdiri dari dua POV, pertama dari tokoh bernama Hatano yang masuk ke dalam rekrutmen perusahaan Spiralink, salah satu perusahaan IT terbesar di Jepang saat itu. Setelah proses penyaringan berlapis yang berat, enam mahasiswa terakhir akan menjalani tes kerja sama tim secara diskusi. Demi bisa diterima berenam, mereka melakukan riset secara detail, bekerja bersama-sama melakukan diskusi secara tim tentang perusahaan Spiralink. 


Pada awalnya, semua berjalan dengan ideal. Hatano sebagai ‘aku’ mulai menikmati proses pendekatan diantara mereka berenam. Kegiatan mereka sudah seperti rekan kerja yang saling membantu, saling berbagi data, langsung terasa renggang ketika ada pemberitahuan dari Spiralink bahwa tes terakhir akan berubah metodenya menjadi diskusi tentang siapa yang paling pantas untuk memasuki perusahaan. Pada akhirnya, Spiralinik hanya akan merekrut satu kandidat untuk menjadi pegawai. Metode diskusi kerjasama kini berubah terbalik 180 derajat.   


Gambaran Rekan Kerja dalam Novel Enam Mahasiswa Pembohong


novel enam mahasiswa pembohong

Dari sini, ceritanya bergerak ke arah yang lebih panas. Dalam proses diskusi, ada sebuah amplop misterius yang pada ujungnya akan membuka semua aib mahasiswa yang sedang melakukan proses tes terakhir tersebut. Pembaca akan dibuat menebak-nebak tentang siapa di antara mereka yang sebegitu liciknya sampai melakukan riset skandal masing-masing kandidat demi mendapatkan pekerjaan di Spiralinks. Proses diskusi sudah pasti berjalan sangat alot, karena ada perasaan terkhianati ketika amplop dibuka satu per satu.


Pada dasarnya, novel ini memang menceritakan ritme dunia kerja yang memang kerap terasa seperti itu. Teman kerja memang teman, tapi tetap saja.. semua tergantung situasi dan kondisi. Pada akhirnya, semua orang akan memperjuangan diri sendiri. 


Apakah egoisme itu buruk? Aku gak akan berani bilang bahwa egois adalah hal yang buruk. Bagaimana pun, aku rasa egoisme selalu dibutuhkan manusia untuk bisa bertahan hidup. Hal-hal dasar seperti kita harus bisa mencintai diri sendiri dulu sebelum mencintai orang lain adalah bukti bahwa kita memang sudah fitrahnya untuk selalu mendahulukan diri sendiri terlebih dahulu (apalagi untuk kebutuhan dasar). 


Buku Enam Mahasiswa Pembohong ini bagus sih. Genrenya thriller walau berangkat dari tema sederhana tentang proses pencarian kerja. Buku ini berhasil banget buat aku sebagai pembaca merasakan kengerian dalam diskusi panas diantara enam mahasiswa tersebut.


Pada akhirnya, mungkin kita akan sama-sama menyadari, manusia memang tidak sejahat itu, tapi tidak sebaik itu. Kita memang jauh dari kata sempurna.


Hiks, aku jadi melow, penulisnya mau cuci piring dulu.


Enam Mahasiswa Pembohong, Akinari Asakura, Gramedia, 384 hlm, 2025 


Baca juga: How to Kill Your Husband, Novel atau Buku Tutorial?