Hal yang aku sadari dari pencarian fakta di novel Angsa dan kelelawar ini adalah kesederhanaan di balik fakta pembunuh Shiraishi yang sebenarnya


Baru-baru ini aku menghabiskan novel bergenre crime dari Keigo Higashino yang panjang halamannya sampai 558 halaman, Angsa dan Kelelawar. Tidak seperti biasanya pula, novel ini berbentuk buku, bukannya digital, jadinya aku baca langsung gak lewat app Gramedia atau Ipusnas. Yah, bentuk bukunya memang sudah gak karuan sekarang karena sering dimainkan sama bocil di rumah, makanya aku mesti buat reviewnya jaga-jaga kalau buku ini gak berumur panjang dan robek dalam waktu dekat.


Ringkasan Angsa dan Kelelawar


angsa dan kelelawar

Kasus pembunuhan telah terjadi di mana korban adalah seorang pengacara yang terkenal baik hati, banyak membantu kasus pro bono, dan perhatian dengan klien-kliennya, Shiraishi Kensuke. Setelah mayatnya ditemukan, kepolisian langsung menyelidiki riwayat telepon dan melakukan investigasi. Kasus pembunuhan ini terlihat sangat berjalan lancar, tersangka utamanya, Kuraki Tatsuri, sudah ditemukan dan langsung mengaku pula tanpa babibu. Di sinilah mulai terjadi pasang surut kasusnya.


Seiring kasus berjalan, anak dari korban dan anak dari pelaku sama-sama menyatakan tidak mempercayai motif yang diungkap pelaku untuk membunuh korban. Anak dari pelaku mengungkapkan bahwa sang ayah tidak mungkin melakukan pembunuhan. Apalagi motif pembunuhan pengacara Shiraishi diungkapkan karena adanya motif pembunuhan yang dulu pernah ia lakukan pada tahun 1984. Pengacara Shiraishi yang kebetulan mengetahui kasus terdahulu ini memaksa pelaku untuk mengaku, namun justru dirinyalah yang akhirnya menjadi korban selanjutnya.  


Anak dari Shiraishi juga merasakan banyak kejanggalan dari motif yang diungkapkan oleh Kuraki Tatsuri. Ia yakin ayahnya tidak akan memaksa orang untuk mengaku kasus pembunuhan di masa lalu, terlebih lagi kasus yang sudah lama kadaluarsa. Lalu, apakah semua kronologi pembunuhan yang diakui oleh Kuraki semuanya bohong? Kalau iya, apa tujuan dari membohongi semua pihak dan mengorbankan dirinya sendiri?


Rasanya Membaca Angsa dan Kelelawar


angsa dan kelelawar

Angsa dan Kelelawar merupakan novel Keigo Higashino pertamaku. Menurutku sih, pemaparan dari beliau sangat detail, jadi buat yang suka slow pace, Angsa dan Kelelawar oke sih. Kalau aku sendiri lebih suka penulisan Chan Ho Kei yang Second Sister, Girls in The Dark Akiyoshi Rikako, atau Memory Police, yang terkesan lebih dark dan mencekam.


Angsa dan Kelelawar emang lebih ke genre crime, jadi pencarian faktanya sangat ditonjolkan lewat tokoh detektif senior yakni mas Godai. Meskipun begitu, perbelokan plotnya mengejutkan sih, apalagi di ending novelnya ada cinta-cinta tipis khas Jepang yang menggemaskan.   


Hal Penting di Angsa dan Kelelawar


Hal yang aku sadari dari pencarian fakta di novel Angsa dan Kelelawar ini adalah kesederhanaan di balik fakta pembunuh Shiraishi yang sebenarnya. Aku yang kebiasaan baca komik Conan jadi berekspektasi adanya sebuah kolusi yang uwoo, sehingga tercipta eksekusi pembunuhan yang rumit, rapi, dan teliti. 


Pada kenyataanya, ceritanya justru berjalan sangat sederhana dengan alasan yang gak kalah simplenya. Aku bukannya kecewa, lebih ke ‘oooh’, ternyata kisah fiksi crime yang bagus gak melulu harus dilakukan dengan rumit. 


Buku Angsa dan Kelelawar ini ditulis oleh Keigo Higashino, cetakan keempat November 2023, 559 halaman, diterbitkan oleh Gramedia.