Aku baru saja mendapatkan begitu banyak tumpahan rasa senang yang tidak bisa diucapkan. Setelah mengalami hal yang menyenangkan ini, rasanya aku tidak butuh apa-apa lagi, aku tidak scrolling, tidak nonton drama cina,dan tidak mengomel sama anak ketika mereka melakukan hal-hal aneh. 


Hari ini aku mengobrol dengan teman lama dari statistik, mengobrol dengan teman sekamar di zaman SMA, mengobrol dengan ‘acil’ di asrama, mengobrol dengan teman yang sudah jadi dokter, mengobrol dengan teman diplomat, mengobrol dengan teman yang kuliah di Thailand. 

Wew, rasanya pertemuan 1,5 jam ini tidak menguras energiku sama sekali. Biasanya dalam pertemuan banyak orang, rahangku akan terasa sakit, aku merasa lelah, dan aku akan malas bicara di rumah. But, kali ini sama sekali nggak. Pulang ke rumah, hal yang aku lakukan adalah membacakan buku semut dan kuda ke anak terakhirku… sebanyak 3 kali.


Aku juga mencuci piring, memanaskan nasi dan sayur, menyikat gigi anak-anak, dan masih membuatkan dodot. Aku sangat hebat malam ini. Perasaan terasa sangat ringan. Aku ketagihan dengan perasaan seperti ini. 


Mendapatkan tambahan energi dari hormon endorfin emang nikmat sekali. Lain kali, mungkin aku akan menciptakan rutinitas khusus untuk bisa menyenangkan diri sendiri seperti ini, misalnya olahraga, mendengarkan musik, membaca buku, dan mokel (bercanda).


Belakangan ini aku emang parah banget. Aku gak baca buku, gak menulis, cuman scrolling aja sama nonton drama cina. Aku emang sudah gila… aku menulis ini pun dengan tangan yang gemetar karena sudah hapal lagi letak alfabet di keypad laptop, aku emang makin tambah tua. 


Makanya, kayanya aku mau memanfaatkan waktu bulan ramadan yang sudah sangat sebentar ini dengan melakukan perlambatan hidup. Aku mau meletakkan hp di luar kamar, aku akan menghapus aplikasi tidak berguna, aku mau membatasi screen time, aku mau menyelesaikan baca Babel yang kini sudah berdebu di lemari. Ah iya, baca quran juga.


Padahal target bulan ramadan kemarin aku mau membaca satu halaman quran per hari, SATU HALAMAN saja, itu pun target yang akhirnya gagal. Aku memang payah. Belakangan ini aku merasa memang ibadah sekedarnya saja. Baca quran gak pernah, tarawih gak rutin, zikir lewat-lewat, dan nonton drama cina melulu.


Kurasa menjadi dewasa memang dekat dengan pengabaian. Kita abai sama kebutuhan diri untuk berolahraga, abai sama batasan tubuh tentang konsumsi makanan yang bergizi seimbang, abai sama kebutuhan spiritual. Makanya, mulai malam ini aku mungkin akan lebih meletakkan hp, mulai menulis dan membaca, dan ibadah deh… 


Target tulisan 300 kata sudah tercapai… aku mau tidur supaya bisa bangun sahur.