Tahun 2026 kulewati tanpa membuat rencana resolusi seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini rasanya aku sudah insaf untuk gak lagi berniat macam-macam. Aku tak lagi berniat untuk lebih sehat, tak lagi berencana untuk menulis lebih banyak, tak berhasrat untuk membaca lebih tekun. Aku hanya ingin meneruskan hidup.
Entah ya, makin tua rasanya aku makin merasa biasa-biasa saja. Yah, aku rasa mungkin semua orang akan merasakan hal yang sama, makin dewasa kita akan makin terbiasa. Rasanya sulit sekali untuk bisa antusias terhadap sesuatu. Semuanya terasa datar dan membosankan.
Bukan berarti aku benci kebosanan, aku paham bahwa hidup yang membosankan itu berarti kehidupan yang stabil. That’s good. Aku tentu tidak akan tahan dengan jenis kehidupan super seru, misalnya tiba-tiba ditaksir vampir super ganteng padahal aku sudah punya teman siluman serigala yang sebenarnya juga punya rasa suka yang sama. Aku tidak punya cukup nyali untuk menjalani kehidupan semacam itu.
Hanya saja, tahun ini aku akan menyelesaikannya dengan sama seperti tahun sebelumnya. Aku akan olahraga ketika sempat, aku akan baca buku ketika ingin, dan mengurangi hal-hal yang tak berguna untuk diriku. Sudah, seperti itu aja rencana tahun ini.
Menggali Mimpi Menulis
Aku sudah lama sekali vakum menulis. Kembali untuk bisa rutin menulis membuat aku jadi kagok sendiri, bingung mau menulis apa, bingung mau mulai dari mana. Rasanya seperti harus ngobrol lagi sama teman lama yang kini sudah asing, canggung banget dah asli!
Tapi, memang aku rindu sama aku yang dulu, yang kepalanya selalu penuh dengan ide tulisan baru, entah dari film atau novel baru, atau malah dari teman kerja yang astagfirullah. Sekarang, aku terlalu kosong, mungkin ini efek dari terlalu banyak nonton drama cina short yang serba singkat itu. Episodenya bisa sampai 70-100, tapi durasinya paling cuman sejam-dua jam. Endingnya sudah jelas sih, happy ending sampai mati.
Karena drama cina seperti ini memang ceritanya klasik sekali. Tokoh ganteng dan cantiknya hanya yang peran utama. Bahkan, aku pernah menemukan anak si tokoh utama gak oke, maksudnya gak sepadan sama orangtuanya yang diperankan oleh artis super cantik dan super ganteng. Bahkan, budget untuk artis anak yang sesuai aja tim produksi kayanya gak punya. Tapi, memang kesederhanaan cerita yang seperti ini yang justru jadi daya tarik drama cina. Cerita yang singkat, sederhana, yang membuat otak jadi gak perlu bekerja untuk menikmati ceritanya.
Membeli dan Membaca Buku Lagi
Kemarin, aku menyempatkan diri untuk membeli novel Keigo HIgashino yang sampai sekarang belum terbaca. tepatnya, buku itu sejak awal tahun baru terbaca 2 bab. Asli sih, buku Keigo yang judulnya Silent Parade cukup membosankan. Inti ceritanya tentang tersangka kejahatan yang berulang kali bisa lolos dari investigasi kepolisian. Semua bukti yang mengarah ke dirinya benar-benar tidak ada yang jelas, semuanya hanya bukti tidak langsung sehingga kejaksaan tidak bisa menahannya lebih lanjut.
Setelah ditelusuri lebih dalam, si tersangka adalah anak polisi yang terbiasa mendengar cerita sang ayah tentang siasatnya menjebak penjahat untuk bisa mengaku saat interogasi. Ada indikasi kuat, bahwa tersangka memang sengaja melakukan kejahatan dengan cara-cara tertentu sehingga tidak bisa ditangkap. Sudah, sampai di situ aja aku bacanya.
Kisah ini gak begitu menggiurkan karena terlalu bertele-tele. Aku tidak tahan untuk membeli novel lain, seperti The Red Palace by June Hur atau yang judulnya Enam Mahasiswa Pembohong yang kayanya jauh lebih mencekam. Arrrgh, gimana ini?
Olahraga di Rumah
Well yeah, belakangan ini, aku memang lagi lumayan rajin olahraga. Paling nggak, seminggu sekali lah aku asti olahraga, etnah kardio atau angkat beban sederhana di rumah. Dengan berolahraga, rasanya aku jadi lebih bisa bertoleransi sama asam lambung. Seenggaknya, aku jadi bisa minum kopi hitam, makan mi, atau durian tanpa langsung kambuh.
Kalau soal tujuan langsung, kayanya sih masih panjang ya. Soalnya makanan gak aku batasi sama sekali, masih makan gorengan, masih minum es teler, masih makan snack kiloan. Habit makanku masih jelek banget dan memang kayaknya perlu perbaikan perlahan.
Mimpi Kerjaan
Kemarin aku mimpi kerjaan. Sial sekali, rasanya aku memang butuh rehat, butuh relaksasi, seenggaknya jangan sampai lah pikiran kerjaan terbawa mimpi. Jelek sekali. Cara rehat dengan baik mungkin dengan gak membalas wa tentang kerjaan tengah malam, gak perlu buka hape juga kalau sudah jam tidur, dan tentu saja mengurangi megang hape secara signifikan. Tapi, tentu saja itu lumayan sulit untuk dilakukan.
Sudah sih, itu saja catatan 2026 tanpa resolusi. Daripada dibilang resolusi, rasanya aku lebih ingin menikmati ramadan tahun ini dengan benar dan wajar, baca quran, makan sekedarnya, sehat saat puasa, bisa menikmati libur lebaran dengan lapang.
Baca juga: Latihan Upper Body untuk Pemula







0 Comments
Post a Comment