Media sosial  X memang gak pernah kehabisan bahan diskusi. Mulai dari perselingkuhan pramugari, asam sulfat, mamang kerupuk yang punya banyak skin saat bekerja, dan sekarang adalah om Tom Lembong.

twitter tom lembong

Asli sih, trending Tom Lembong ini sudah berhari-hari dan gak tahu kapan selesainya. Sebenarnya, aku sendiri sudah mulai bosan baca puja-puji tentang beliau di sana, tapi rasanya sekarang kayaknya aku jadi ngikut exited tiap lihat informasinya. Nah, lo, kegilaan itu memang menular. Bahaya.

Salah satu hal yang jadi banyak bahasan di sana adalah suara pak Tom Lembong yang berat dan…. Agak mirip sama tokoh anime Nanami di Jujutsu Kaisen. Salah satu potongan video tiktok yang terkenal hari ini di X adalah saat ada orang yang request dari pak Lembong untuk mengatakan RAWR… iyak, pertanyaan yang sangat berkualitas. Untuk orang yang pernah jadi menteri perdagangan dan ceo ceo di tempat tempat yang aku gak paham, pertanyaan untuk beliau adalah tolong katakan RAWR.


Hahaha, ini siapa sih yang buat request macam ini! 


Tapi, whatever lah. Selain soal Tom Lembong, cuitan “Videotron” dari Muhaimin Iskandar dan cuitan “Pengen Seblak” dari Gibran Rakabuming juga meledak. Yah, debat cawapres kemarin memang seru sih. Aku cukup menikmati, gelombangnya seru, unsur kejutannya ada, dan … perdebatan pasca debat di X super panas, bahkan sampai hari ini.  


Tapi rasanya, debat di televisi gak akan terlalu mempengaruhi pemilih. Yang namanya rasa suka itu buta, apalagi rasa suka ke politikus. Makanya kalau lihat influencer jadi muka dua dan standar ganda, abaikan saja. Kita pun sama saja. Di momen lampau pernah suka a, sekarang suka b. Pembelaan dan alasan selalu bisa dibuat.


Bicara soal politik, rasanya aku sedikit senang dengan perkembangan metode kampanye di tahun ini. Sekarang, kampanye gak melulu soal dangdutan dan bagi-bagi kaos partai. Sekarang bentukannya bisa bermacam-macam, mulai dari diskusi terbuka di mana semua orang bisa bertanya apa saja sampai soal bincang santai di kafe. Seru lah.

Pengen nulis petuah dan nasehat pemilu tapi ko rasanya gak pantas aku menulis seperti itu. Yah intinya, jalani pemilu valentine nanti dengan pikiran yang tenang dan terbuka. Tak perlu terlalu berharap, sama manusia biasa saja kita tak  boleh berharap, apalagi manusia yang punya kepentingan politik.


Baca juga: Revolusi Rumah Tangga dan Patriarki