Saya malam ini kembali begadang karena ada satu anime sederhana dengan cerita yang simple tapi entah kenapa rasanya hangat di hati dan pikiran. Kisah ini mengingatkan saya dengan masa-masa sekolah di mana waktu itu sangat menyenangkan dengan adanya teman-teman dengan berbagai kepribadian dan kesukaannya masing-masing.

Anime ini menceritakan tentang perjuangan dan semangat anak muda dari kampung yang pindah ke ibukota demi bisa sekolah dan masuk universitas Tokyo. Proses adaptasi dari tokoh utamanya yang apik membuat saya jadi melow dan ingin kembali ke masa lampau.

Kisah Si Anak Baru di Skip dan Loafer


skip and loafer


Kisahnya dimulai ketika Mitsumi, anak baru di SMA Tsubame Barat yang harusnya melakukan pidato upacara penerimaan siswa baru malah terlambat karena tidak terbiasa dengan sistem kereta api di Jepang. Ia tersesat dan sangat galau karena khawatir tidak sempat melakukan pidato yang sudah ia persiapkan.


Nah, di momen kritis ini, seorang siswa baru yang bernama Shima Sosuke yang juga sama-sama terlambat menemukan Mitsumi yang sedang kebingungan di sebuah stasiun. Karenanya, Shima menyapa Mitsumi dan mengajaknya ke sekolah bersama-sama. Momen saat Shima menemukan Mitsumi sebenarnya cukup lucu. Wajah serius Mitsumi yang menakutkan membuat Shima cukup terkejut. Ia ketakutan tapi tetap menawarkan bantuan. Mitsumi yang sangat bersyukur dengan keberadaan Shima menunjukkan wajah seperti anak ayam yang akhirnya menemukan induknya. So cute.


Di dalam kereta, Mitsumi terus-menerus merasa khawatir karena tidak bisa datang tepat waktu pada upacara penyambutan murid baru. Shima berkata bahwa tak perlu terlalu khawatir karena ini kan hanya upacara penyambutan, bukannya kiamat. Mitsumi merasa kesal berkata, “Itu kan menurutmu.”


Sesampainya di stasiun, mereka berdua berlarian. Meski jatuh bangun sampai lepas sepatu dan kaos kaki, Mitsumi tetap terus berlari agar bisa sampai di sekolah sebisanya. Begitu melihat Mitsuki menyampaikan pidato penyambutan, barulah Shima mengerti tentang kekhawatiran Mitsumi. Passion serta ketulusan Mitsumi nampaknya sangat mempengaruhi Shima di episode pertama.


skip and loafer

Pertemuan mereka ini rasanya seperti sebuah takdir (ya memang) yang akan membimbing mereka satu sama lain, untuk sama-sama bertumbuh dan menikmati masa SMA dengan cara yang menyenangkan. Shima yang seperti remaja yang selalu main-main dipadukan dengan tokoh Mitsumi yang full passion tapi terlalu serius rasanya jadi couple yang cocok, meski mereka gak berakhir pacaran di ujung cerita (hiks). Anime gini nih emang suka banget ngasi ending yang ngawang. Membuat penontonnya gemas sendiri dan menghela napas.


Makna Anime Skip and Loafer


skip and loafer

Ada alasan tersendiri mengapa sikap Shima terkesan menganggap enteng segala situasi. Dia sendiri dengan keadaan yang serba sulit, di mana ada masalah keluarga dan masalahnya sendiri yang akan terbuka di episode akhir, memandang kehidupan dengan setengah hati. 


Shima sendiri digambarkan sebagai karakter yang ganteng, populer, dan menyenangkan. Biasanya tokoh yang begini ni yang punya banyak masalah, dan ya Shima memang punya banyak masalah. Ada masalah dari masa lalunya yang menahan dirinya dari belakang dan ada pula masalah dari keluarganya sendiri.


Mitsumi sendiri adalah tokoh serius yang pintas. Ia adalah murid pindahan dari desa yang hijrah ke Tokyo agar bisa sekolah di SMA favorit dengan tujuan masuk universitas. Makanya, kisah ini memang berpusat banget sama proses adaptasi Mitsumi dengan kehidupan kota. Pertemanan yang tak tulus, rasa berdebarnya saat dekat dengan Shima, sampai persoalan tentang kesibukan dirinya yang masuk OSIS menjadi sebuah nostalgia buat saya yang sudah jadi emak-emak.


Proses pendewasaan diri di masa sekolah memang sangat menyenangkan. Saya sendiri mengingat ada begitu banyak kisah manis yang disebabkan peristiwa sepele.


Baca juga: Menikmati Passion dengan Haikyuu Episode 1