A Court of Thorns and Roses review buku


Judul: A Court of Thorns and Roses
PEnulis: Sarah J. Maas
Penerbit: Buana Ilmu Populer
Tahun : Mei 2015
Jumlah Halaman: 558

Awalnya, buku ini terasa sangaaat menjemukan. Selama dua bab, si tokoh utama Feyre asyik bernarasi sendiri, menceritakan keluarga, kekasih, sampai keluhan soal ayahnya yang kini cacat dan enggan bekerja.

Namun, setelah mendapatkan konfliknya, ceritanya langsung mengalir deras tanpa henti. Cukup ampuh lah untuk membuat saya begadang sampai subuh untuk menghabiskan ceritanya sampai 500 halaman.

Trigger Konflik: Perburuan Serigala

Konflik dimulai ketika ia sedang berburu di musim dingin dan tak sengaja membunuh seekor serigala yang ukurannya sangat besar. Ia sudah curiga bahwa sosok sesungguhnya dari segala ini adalah bangsa peri, yang selama ini tersembunyi di balik tembok pembatas.

Semenjak tembok pembatas antara dunia peri dan dunia manusia mulai berlubang, sudah banyak mahluk mistis yang mulai mengganggu manusia, termasuk para peri yang menyamar menjadi hewan.

Namun, demi keselamatan dirinya, Feyre memutuskan tetap membunuhnya dan kemudian mengulitinya untuk dijual kepada pedagang di pasar.

Keputusannya itu berbuntut panjang. Rombongan peri datang ke rumahnya untuk menuntut pertanggungjawaban dari manusia atas kematian sahabatnya, si sosok serigala yang tadi kulitnya sudah dijual Feyre.

Keluarganya, bahkan sang ayah, berusaha melindungi feyre dengan mengaku sebagai pembunuhnya. Feyre dengan gagah berani menepis semua perlindungan keluarganya dan mengaku sebagai pembunuh dari peri tersebut.

Feyre Ditahan di Dunia Peri

Sebagai hukuman, Feyre dibawa masuk ke dalam tembok perbatasan, masuk jauh ke dalam daerah peri yang bernama Prythian. Daerah di balik tembok, dengan segudang makhluk yang ia tidak kenali.

Secara resmi, Feyre ditahan dengan janji bahwa keluarganya akan dijaga dan diberi makan secara teratur. Tamlin, sebagai penguasa negeri musim semi di dunia peri berjanji untuk menjaga Feyre dan keluarganya di dunia manusia asalkan ia tetap bertahan di rumah dan tidak kabur.

Feyre sangat kebosanan. Beberapa kali ia mencoba kabur, namun gagal. Di dunia peri banyak makhluk asing misterius yang sangat menyeramkan. Salah satunya adalah Boogee, mahluk yang dapat menyerang melalui bisikan dalam kepala. Hanya dengan sekali tolehan ke belakang, mahluk kasat mata ini akan muncul dan menjadi nyata.

Cinta Bersemi

Dunia musim semi sedang dilanda wabah misterius yang dapat melemahkan kekuatan peri. Wabah tak bernama ini ditakutkan akan menembus dinding pembatas dan ikut menjangkit manusia secara perlahan.

Sementara Tamlin sibuk membereskan masalah di negerinya, Feyre sibuk mencari cara meloloskan diri.

Seiring waktu berlalu, kegagalan demi kegagalan, akhirnya Feyre menyerah dan menikmati kehidupan dalam istana. Ia mulai jatuh cinta pada momen ketika Tamlin memberikan hadiah seperangkat alat melukis kepada Feyre.

Momen perayaan musim semi menjadi penanda adanya konflik utama yang mulai disisipkan penulis. Feyre tak tahan untuk tidak menyelinap pergi dan ikut menikmati perayaan musim semi, meski sudah dilarang oleh Tamlin.

Di sini ia bertemu dengan penguasa negeri mimpi buruk bernama Rhysand, peri yang sangat tampan tapi jahat pake banget. Momen pertemuan ini hanya sekilas, namun akan menjadi momen deja vu penting pada buku kedua.

Setelah bertemu Rhysand, Feyre kabur mencari Laurent, asisten Tamlin yang selama ini membantu dirinya. Laurent langsung menyuruh Feyre untuk pulang karena saat festival berlangsung Tamlin akan kerasukan mantra sishir dan akan melakukan persenggamaan dengan sembarang gadis untuk mengirimkan musim semi ke dunia manusia. Uooo.

Well, cinta feyre dan Tamlin menjadi resmi setelah festival musim semi ini selesai. Konflik inti langsung menyerbu dengan kedatangan pangeran mimpi buruk, Rhysand, ke kediaman negeri musim semi.

Rhysand mengancam untuk melaporkan keberadaan Feyre pada Amarantha, wanita yang kini berkuasa di dunia peri, wanita yang jadi peyebab segala wabah aneh di dunia musim semi, dan sekarang bertahta di negeri mimpi buruk..

Tamlin kelabakan. Ia mengirim Feyre untuk kembali ke dunia manusia.

Review Alur Cerita

Seperti yang sudah saya katakan di paragraf atas, bahwa novel ini terkesan terlalu detail, sehingga terasa sangat membosankan pada awalnya. Namun, semakin tenggelam, kamu akan semakin hanyut. Persis seperti air sungai yang mematikan.

Apalagi kisah saat Feyre melawan Amarantha, momen saat Feyre terpuruk dan mendapatkan banyak bantuan dari pangeran mimpi buruk.

Buku ini merupakan kisah fantasi trilogi, yang kedua berjudul A Court of Dust and Mist, yang ketiga saya tak tahu karena tak ada di Ipusnas.

So, buat yang tertarik, bisa banget baca gratis di app Ipusnas, yak. Hanya mengingatkan, setelah baca buku pertama biasanya pengen langsung menjajal yang kedua.

Kabar baiknya, jilid satu dan dua tersedia di Ipusnas. Kabar buruknya adalah yang kedua punya halaman 800, jadi ya bakalan memakan waktu semalaman suntuk bisa menyelesaikan sampai ending.

Secara keseluruhan, cerita dalam buku pertama ini punya alur yang tidak begitu bergejolak. Konfliknya hanya ringan ke sedang, sampai akhirnya Feyre datang ke istana Amarantha untuk menyelamatkan Tamlin.

Di sini, banyak hal mengejutkan yang akan terjadi, mulai dari keterlibatan Rhysand sampai soal Tamlin yang begitu banyak diam melihat penderitaan Feyre.

So, rating buku ini 3 dari 5. Oke banget sih untuk sekadar mengisi waktu senggang. Genre novel ini adalah fantasi romance, jadi ya buat yang nggak suka cinta-cintaan, pastilah nggak akan gitu suka dengan konflik yang disajikan penulis.

Fanpage


Apa yang paling mengasyikkan dari membaca novel fantasi? Yap, membayangkan rupa para tokohnya.

Buat saya, wajah Rhysand, si peri brengsek yang selalu mengganggu feyre menajdi misteri tersesar untuk diketahui. Seberapa ganteng sih imaji tokoh ini di mata pembaca lain.

Jeng, jeng, jeng. Inilah Rhysand. Saya mendapatkannya di fanpage pembaca Acator. Linknya ada di caption foto. 

Rhysand karikatur
Ilustrasi rupa tokoh Rhysand dalam novel Acator.
sumber: https://acourtofthornsandroses.fandom.com/wiki/Rhysand


Selain Rhysand, ada juga visual beberapa tokoh lain, seperti Tamlin, Laurent, dan Amarantha. Jadi, buat yang mau bersenang-senang dengan menikmati karikatur wajah para tokoh Acator, bisa langsung ke websitenya.

Sekian. Saya mau cuci piring dulu.