Belakangan ini aku baru aja dapet pelatihan menulis jurnal ilmiah. Dibandingkan kerja, rasanya pelatihan itu lebih nyenengin. Tidur di kamar AC, makan plus snack 2 kali, dan gak ngapa-ngapain selain ngerjain tugas. Meskipun tugasnya kadang gak ngira-ngira, tapi ya tetep enak lah dibandingkan mesti ke lapangan, wkwk. Sudah ah, ini dia intisari pelajaran tentang tips menulis jurnal ilmiah dari Balai Pelatihan Ketindan Malang.

Manfaat Karya Tulis dan Jurnal Ilmiah


tips menulis jurnal ilmiah

Manfaat menulis karya tulis ilmiah tentu beragam, tergantung dari profesi orang yang menulisnya. Kalau mahasiswa biasanya nggak jauh-jauh dari tujuan supaya lulus. Kalau sudah bekerja, biasanya jurnal ilmiah adalah sebuah validasi keilmiahan sebuah data penelitian, untuk nambah angka kredit bagi PNS Fungsional, atau untuk pamer sama mantan bahwa kita udah move on. Hehe, yang terakhir nggak ding.


Bicara tentang karya tulis ilmiah biasanya nggak akan jauh-jauh dari publikasi artikel ilmiah atau sering juga disebut jurnal ilmiah. Untuk bisa menerbitkan jurnal ilmiah di website yang terakreditasi, tentunya ada beberapa persyaratan, misalnya saja memiliki landasan teori sebagai kerangka berpikir, lugas, logis, objektif, sistematis, efektif dan efisien.  


Jenis karya tulis ilmiah itu sendiri cukup beragam, misalnya ada makalah, kertas kerja, artikel ilmiah populer, artikel ilmiah, dan skripsi, tesis, serta disertasi. 


Tata Cara Menulis Artikel Ilmiah untuk Publikasi


tips menulis jurnal ilmiah

Untuk menulis artikel ilmiah dengan tujuan dipublikasikan, baik secara nasional maupun internasional, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:


Penulisan judul: menarik, singkat, padat dan biasanya maksimal 12 kata


1. Nama dan alamat penulis ditulis lengkap di bawah judul

2. Abstrak, berupa ulasan singkat yang rata-rata terdiri dari 150-200 kata yang berisikan tujuan, metodologi, hasil, dan kesimpulan.

3. Pendahuluan: Penjelasan secara umum, ringkas, dan padat tentang informasi penelitian. Biasanya terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, asumsi, dan hipotesis. 

4. Tinjauan Pustaka: deskripsi lengkap tentang teori untuk menyusun argumen.

5. Metodologi: cara melakukan penelitian, harus ditulis dengan jelas dan bisa ditiru orang lain.

6. Hasil dan pembahasan: memaparkan, menganalisis data yang mengacu pada tujuan penulisan artikel ilmiah.

7. Simpulan

8. Saran

9. Daftar pustaka: pakai app mendeley biar mudah


Tahapan Penulisan Artikel Ilmiah


Biar ga galau gimana cara memulai untuk menulis artikel ilmiah, cobalah step-step yang ada di bawah ini:

- Persiapan: penentuan topik dan kerangka tulisan 

- Pengumpulan data 

- Penulisan, udah tulis aja dulu pokoknya. bagus atau jelek dipikirkan nanti aja pas editing

- Penyuntingan, nah ini dia tahapan untuk membongkar habis kata-kata unik nan aneh yang udah terlanjur tertulis di artikel ilmiah kita

- Revisian


Alasan-alasan jurnal ditolak oleh publisher:

- Tingkat plagiarisme di atas 50%

- Tidak mengikuti template jurnal 

- Terlalu panjang

- Mengirim artikel ke 2 website jurnal yang berbeda. Jadi, sebelum mendapatkan notifikasi penolakan dari website jurnal, sebaiknya tidak mengirim satu jurnal ke website lain karena hal ini bisa membuat kita jadi dibanned untuk kirim jurnal lagi. 


List website jurnal yang bisa diapply jurnal:

Polbangtan

Triton

Ekstensia

Agrosienta

Agro Humanis

JWI

Punya Universitas Mulawarman: Jurnal tropika basah


Bicara Plagiarisme dalam Menulis Jurnal


Setelah peserta pelatihan selesai menuliskan konsep artikel ilmiah, kami semua diminta untuk memeriksa level plagiarisme dengan menggunakan aplikasi Turnitin. Aplikasi ini bisa dibilang cukup ‘obsesif’. Soalnya, hal-hal sepele kalimat seperti alamat kantor bahkan kata “berdasarkan data dari…” bisa dideteksi sebagai bentuk plagiarisme. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengkopi kalimat dari jurnal referensi sejak awal. Ambil intisarinya, ubah kalimatnya, okeh?