Sebagai salah satu drama baru yang baru aja kelar, Move To Heaven menggagas isu baru yang tidak akan mudah dilupakan penontonnya, yakni kisah tentang jasa pembersihan kamar seseorang yang sudah wafat. Unik kan?

Drama ini punya 10 episode dengan tanggal rilis 14 Mei 2021 silam dan bisa dinikmati secara streaming di Netflix. 


Move To Heaven: Ide Cerita yang Warbiasah


move to heaven
Anggota keluarga Han Geu Ru, pemilik jasa pembersih Move To Heaven

Pertama kali mendengar tentang Move to Heaven, saya gak tertarik sama sekali untuk menonton sampai saya akhirnya melihat video di Youtube yang menceritakan kisah nyata tentang adanya jasa pembersihan kamar di Korea Selatan bagi seseorang yang sudah wafat. 


Meski aneh, hal seperti ini sepertinya cukup lumrah di sana, di mana kesendirian menjadi teman sehari-hari.


Sekelumit Kisah Move To Heaven


Drama Move to Heaven menceritakan tentang kisah pilu orang-orang yang menjadi klien mereka dalam rentang 10 episode. Satu episodenya pun hanya memiliki durasi sekitar 45 menit, jadi nggak akan membuat "mabuk" bagi orang yang nggak terbiasa marathon menonton drama korea.


Setidaknya ada 8 kasus pembersihan kamar yang dilakukan jasa pembersihan Move to Heaven dalam serial ini. Perjalanan kisah ini membuat penonton jadi melow dan kembali mensyukuri betapa beruntungnya bisa hidup normal di tengah keluarga yang menyayangi kita.


Berikut ini adalah beberapa problematika yang ada di dalam drama ini.


Kasus 1 : Eksploitasi Pekerja Kelas Bawah


Tak bisa dipungkiri, di tengah kota besar seperti Seoul pekerja kelas bawah pastilah mendapatkan berbagai tantangan, mulai dari beban kerja yang berlebihan hingga upah yang minim.


Di dalam drama ini, cerita tentang eksploitasi pekerja kelas bawah berhasil menjadi pembuka yang amat menyedihkan. Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki dari kampung yang merantau ke Seoul untuk bekerja dan mengumpulkan uang demi orangtuanya yang disable.


Tanpa sengaja, laki-laki ini melukai dirinya sendiri di pabrik dan meninggal dalam kamarnya sendiri karena infeksi. Hiks, sedih kan?


Jasa Move to Heaven dipanggil pemilik apartemen untuk segera membersihkan kamar mendiang. Di sinilah uniknya Move to Heaven sebagai jasa pembersihan kamar yang tidak hanya sekadar “membersihkan”.


Jasa ini mengumpulkan barang peninggalan mendiang yang sekiranya penting dan mengungkapkan apa pesan yang ingin disampaikan mendiang pada keluarga yang ditinggalkan. 


Kasus 2: Anak dan orangtua yang saling Hidup Sendiri


Kehidupan kota itu keras bung! Bahkan Jakarta pun punya slogannya sendiri: Ibu kota lebih kejam dari ibu tiri.


Kasus kedua di drama ini mengusung gagasan tentang seorang anak yang berubah seiring perjalanan waktu di Seoul. Ketika ibunya yang demesia  meninggal, si tokoh anak hanya mengkhawatirkan uang ibunya. Sosok istrinya yang rese membuat karakter menyebalkan ini menjadi makin ngeselin dan minta ditampol.

 

Ketika membersihkan kamar sang ibu, jasa Move to Heaven berhasil menemukan barang berharga sang ibu yang ternyata adalah hadiah dari si anak ketika ia masih menjadi sosok yang perhatian dan sayang dengan ibunya. Yah, life can be so hard.


Kasus 3 : Tonton sendiri yoooow


Kesan Menonton Drama Move to Heaven  


move to heaven
Han Gu Ru bersama paman, tetangganya, dan ayahnya.

Selain kasus yang berhubungan dengan orang lain, drama ini juga mengulik masa lalu dari tokoh utama yang sangat menyayat hati. Kisah salah paham antara kakak dan adik menjadi kemelut yang membuat para tokoh utama berpisah dengan menggenggam kebencian. Hiks, syediiiih syekaliii.

Problematika khas orang kota di dalam drama Move to Heaven menjadikan ceritanya makin ajib karena relevan dengan kehidupan sehari-hari.


Pokoknya drama ini recommended banget buat ditonton lah. Sangat cocok dinikmati oleh semua kalangan, baik yang memang suka sama drama korea atau yang enggak. Selamat menonton, saya mau cuci piring dulu.